Foto pelukis basuki abdullah biography

Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basuki Abdullah. Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas. Ia dibunuh oleh perampok yang menyantroni rumahnya. Ayahnya adalah seorang pelukis juga, salah satu tokoh Mooi indie di Indonesia, yakni Abdullah Suriosubroto.

Basuki Abdullah

Fransiskus Xaverius Basuki Abdullah (ejaan lama: Basoeki Abdullah; 25 Januari &#;&#;&#;5 November )[1][2] adalah salah seorang pelukis Indonesia. Ia dikenal sebagai pelukis aliran realis dan naturalis. Ia pernah diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai pelukis Istana Merdeka, Jakarta,[3] dan karya-karyanya menghiasi istana-istana negara dan kepresidenan Indonesia, di samping menjadi barang koleksi di penjuru dunia.

Biografi

[sunting | sunting sumber]

Masa muda

[sunting | sunting sumber]

Bakat melukisnya terwarisi dari ayahnya, Abdullah Suriosubroto, yang juga seorang pelukis dan penari.

Basuki abdullah biografi Perampokan tersebut didalangi oleh Wahyudi, mantan tukang kebunnya. Sejarah Islam di Vietnam. Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri. Basuki Abdullah.

Sedangkan kakeknya adalah seorang tokoh Pergerakan Kebangkitan Nasional Indonesia pada awal tahun an yaitu Doktor Wahidin Sudirohusodo. Sejak umur 4 tahun Basuki Abdullah mulai gemar melukis beberapa tokoh terkenal diantaranya Mahatma Gandhi, Rabindranath Tagore, Yesus Kristus dan Krishnamurti.[1]

Pendidikan formal Basuki Abdullah diperoleh di HIS Katolik dan MULO Katolik di Solo.

Berkat bantuan Pastur Koch SJ, Basuki Abdullah pada tahun memperoleh beasiswa untuk belajar di PTAkademik Seni Rupa (Academie Voor Beeldende Kunsten) di Den Haag, Belanda, dan menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun dengan meraih penghargaan Sertifikat Royal International of Art (RIA). Setelah dari Den Haag, Belanda, Basoeki Abdullah juga mengikuti studi banding di sejumlah sekolah seni rupa di Paris dan Roma.[1]

Basuki Abdullah awalnya merupakan pemeluk Islam, namun kemudian berpindah menjadi pemeluk agama Katolik dan memilih nama Fransiskus Xaverius sebagai nama baptisnya.[1]

Aktivitas

[sunting | sunting sumber]

Pada masa Pemerintahan Jepang, Basuki Abdullah bergabung dalam Gerakan Poetra atau Pusat Tenaga Rakyat yang dibentuk pada tanggal 19 Maret Di dalam Gerakan Poetra ini Basuki Abdullah mendapat tugas mengajar seni lukis.

Murid-muridnya antara lain Kusnadi (pelukis dan kritikus seni rupa Indonesia) dan Zaini (pelukis impresionisme). Selain organisasi Poetra, Basuki Abdullah juga aktif dalam Keimin Bunka Sidhosjo (sebuah Pusat Kebudayaan milik pemerintah Jepang) bersama-sama Affandi, S. Sudjojono, Otto Djaya dan Basuki Resobowo.[4]

Pada masa revolusi Bosoeki Abdullah tidak berada di tanah air yang sampai sekarang belum jelas apa yang melatarbelakangi hal tersebut.

Jelasnya pada tanggal 6 September bertempat di Belanda Amsterdam sewaktu penobatan Ratu Yuliana di mana diadakan sayembara melukis, Basuki Abdullah berhasil mengalahkan 87 pelukis Eropa dan berhasil keluar sebagai pemenang.[4]

Sejak itu pula dunia mulai mengenal Basuki Abdullah, putera Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia.

Selama di negeri Belanda Basuki Abdullah sering kali berkeliling Eropa dan berkesempatan pula memperdalam seni lukis dengan menjelajahi Italia dan Prancis di mana banyak bermukim para pelukis dengan reputasi dunia.

Situs Web. Keindahan visual dari teknik adalah titik fokus dari karya-karya Basoeki Abdullah. Setelah terjadi kejar-kejaran, Basuki dipukul dengan senjata miliknya sendiri oleh si pencuri. Sebagai seorang bangsa Indonesia, kesempatan tersebut sangatlah langka, karena biasanya yang mengikuti pameran Jarbeeurs hanyalah pelukis-pelukis dari Eropa saja.

Basuki Abdullah terkenal sebagai seorang pelukis potret, terutama melukis wanita-wanita cantik, termasuk yang menampilkan keindahan tubuhnya, dan juga potret tokoh - tokoh terkemuka. Berbagai citra keindahan yang romantis itu diungkapkan dengan teknis realis yang kuat. Selain sebagai pelukis potret yang ulung, dia pun melukis pemandangan alam, fauna, flora, tema-tema perjuangan, pembangunan dan sebagainya.[5]

Basuki Abdullah banyak mengadakan pameran tunggal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain karyanya pernah dipamerkan di Bangkok (Thailand), Malaysia, Jepang, Belanda, Inggris, Portugal dan negara-negara lain.

Lebih kurang 22 negara yang memiliki karya lukisan Basuki Abdullah.

Foto pelukis basuki abdullah biography Bahasa Indonesia. Berbagai citra keindahan yang romantis itu diungkapkan dengan teknis realis yang kuat. Ayahnya adalah seorang pelukis juga, salah satu tokoh Mooi indie di Indonesia, yakni Abdullah Suriosubroto. Terkini Lainnya.

Hampir sebagian hidupnya dihabiskan di luar negeri diantaranya beberapa tahun menetap di Thailand dan diangkat sebagai pelukis Istana Merdeka dan sejak tahun Basuki Abdullah menetap di Jakarta.

Kematian

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 5 November , Basuki Abdullah ditemukan tewas di kediamannya di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan.

Ia dibunuh oleh perampok yang menyantroni rumahnya. Perampokan tersebut didalangi oleh Wahyudi, mantan tukang kebunnya.[2]

Karya

[sunting | sunting sumber]

Artikel utama: Daftar lukisan Basuki Abdullah

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]